Para pasien yang terhormat,

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada anda, kami membuka Website ini untuk menyediakan ruang komunikasi yang terstruktur, jelas, tertulis dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun.
Semoga pelayanan kami untuk anda semakin baik dan terpadu serta komunikatif.

Hormat

Dr. I N. Hariyasa Sanjaya, SpOG
Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Childbirth not just a medical entity

Sunday, February 1st, 2009 | Posted in Categories : Renungan | 495 Views

balinese-baby-2.jpg Elizabeth Sinclair, seorang journalist menulis sebuah artikel di http://www.thejakartaglobe.com/life-times/article/7386.html dengan judul “Center of Gentle Birthing”. Dalam tulisannya dia mengutip pendapat saya tentang pregnancy and childbirth.”Hariyasa said that he sees the modern global standards set by Western-dominated medicine for pregnancy and childbirth, without consideration of historical, cultural or spiritual diversity, as being a form of “scientific and medical imperialism.”Saya menyadari sebuah perubahan yg sangat luar biasa, mengapa kini kehamilan dan proses persalinan telah dibajak menjadi suatu urusan medical entity? Padahal untuk orang Timur kehamilan dan persalinan adalah proses sosial, budaya dengan nilai-nilai spiritualisme. Kini hampir 100 persen orang modern melahirkan bayinya tidak lagi di rumah namun di rumah sakit. Persalinan kini berlabel “medical business” bukan lagi sebuah peristiwa domestik dalam kehidupan sebuah keluarga. Saya terkesima bagaimana nenek saya melahirkan 13 orang anaknya di rumah tua kakek saya, di Desa Tajun, yang kala itu beriklim dingin dan tradisional. Dan ke-13 anak-anaknya lahir dengan sehat. Mengapa kini persalinan telah dijauhkan dari rumahnya, lingkungan keluarganya, dan tempat yg lebih nyaman dekat dengan keluarganya. Mengapa untuk melahirkan hampir 100 persen orang harus pergi meninggalkan rumah tempat tinggalnya ?Apakah melahirkan di rumah tidak aman lagi? Mengapa kita tidak mau hidup dan berbahagia dengan cara kita dan cara yang telah diwariskan oleh para leluhur. Semoga kita tidak menjadi jiplakan, peniru orang Barat, dimana mereka juga memiliki kebingungan dalam menjalani kehidupan. Mari kita bawa kembali nilai budaya, spiritualisme dalam peristiwa kehamilan dan persalinan yang bukan hanya urusan medis semata. Salam. 

Jangan buru-buru mengkonsumsi obat

Friday, January 16th, 2009 | Posted in Categories : Pesan Singkat | 744 Views

Jika menstruasi tidak datang (dengan riwayat berhubungan intim saat masa subur) pertama pikirkan  apakah hamil atau tidak. Lakukan pemeriksaan kehamilan dengan test urin. Jangan minum obat-obatan atau jamu-jamuan yang dapat membahayakan kehamilan. Dapat menimbulkan cacad bawaan. Kehamilan awal bisa tanpa gejala. Jadi jangan buru-buru mengkonsumsi pil pelancar haid atau jamu datang bulan. Segera konsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab keterlambatan haid, jangan minum obat sembarangan.drugs.jpg 

Mengapa kita memilih jenis kelamin anak?

Sunday, January 11th, 2009 | Posted in Categories : Renungan | 832 Views

Buku ini oleh penerbitnya diklaim sudah terjual lebih dari 2 juta kopi.Teknik yang ditawarkan oleh Shettles lebih banyak kepada pengenalan akan perubahan dan tanda-tanda pada saat menstruasi seperti perubahan lendir leher rahim (cervical mucus).Namun, saya kembali pada pertanyaan dasar yaitu: haruskah kita memilih jenis kelamin anak? Dan untuk apa?Tidakkah akan terjadi gendercide, sehingga akan sangat sedikit jenis kelamin tertentu. Misalnya untuk masyarakat Bali yang “mewajibkan” memiliki anak lelaki akan menciptakan sebuah demografi penduduk yang lebih banyak lelakinya dari pada perempuan.Mengapa kita tidak membiarkan saja alam mengatur seperti iramanya.Saya sering bertemu dengan permintaan pasangan akan jenis kelamin tertentu. Kebanyakan menginginkan anak laki-laki.Haruskah kita memilih ?Buku ini memberikan pedoman praktis. Walau saya masih belum terlalu yakin dengan klaim keberhasilannya. Dan jika benar buku ini bestseller, ini membuktikan bahwa masih sangat banyak orang memilih jenis kelamin untuk anaknya.

 

Hmmmm…………………sex-selection.jpg

Lotus baby in 2 day old

Monday, January 5th, 2009 | Posted in Categories : Info Patients | 302 Views

img_5773.JPG

Lotus birth

Friday, December 26th, 2008 | Posted in Categories : Water Birth | 2,928 Views

Beberapa hari yang lalu, saya melayani persalinan seorang ibu dengan permintaan persalinan dengan Lotus Birth. Persalinan dimana tali pusat dan plasenta (ari-ari) tidak dijepit dan dipotong atau dipisahkan dari bayinya. Ini merupakan kasus pertama saya dengan Lotus Birth. Saya melihat setelah bayi lahir, dua hari kemudian tali pusat dan plasenta sudah mulai mengering. Persalinan ini memberi perenungan yang dalam untuk saya. Untuk sekilas info tentang Lotus Birth saya kutip tulisan dari Wikipedia di bawah ini. 

Lotus birth, or Umbilical Nonseverance, is the practice of leaving the umbilical cord unclamped and intact following birth.

 

Read Details »