Kita kini lebih suka yang instan
Sunday, February 8th, 2009 | Posted in Categories : Renungan | 689 ViewsTadi pagi, saya membantu seorang ibu hamil melahirkan bayinya dengan seksio sesarea walau secara medis belum ada indikasi untuk melakukan operasi. Keinginan ibu hamil ini semata-mata karena dia takut nyeri dan takut gagal melahirkan normal. Ditambah oleh karena riwayat kehamilan sebelumnya dengan keguguran. Saya coba jelaskan dengan sebaik mungkin dan memotivasi agar dia mau dan berani memilih persalinan normal. Namun ibu tersebut tetap pada pendiriaannya.Kini banyak orang memiliki keyakinan sepertinya melahirkan dengan seksio sesarea lebih aman dari pada melahirkan normal. Dan menganggap lebih nyaman dan cepat.Pandangan yg keliru ini telah menjadi populer dan jamak.
Persalinan normal memiliki risiko lebih kecil dari pada seksio. Namun banyak orang tidak suka dengan proses dan perjalanan persalinan yg butuh waktu, keyakinan,optimisme, dan kesabaran.Orang lebih banyak ingin yg cepat, tidak sakit dan tidak perlu kesabaran. Inilah budaya kita yg instant.Sesungguhnya TUHAN telah menciptakan jalan lahir dengan begitu sempurna dan menginginkan manusia melahirkan bayinya dengan jalan ini. Begitu banyak orang besar dan suci dilahirkan melalui jalan ini (dengan persalinan normal) seperti Yesus Kristus, Nabi Muhammad, Buddha, Mother Theresa, Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Bill Gate, Barack Obama dan banyak lainnya.Nyeri saat melahirkan adalah proses memahami arti kehidupan, dan proses pembelajaran pertama yg diberikan untuk bayi bahwa hidup perlu perjuangan. Tidak ada jalan pintas menuju surga. No pain no gain, no pain no life. Hanya orang yang hidup yang merasakan nyeri. Dan sesungguhnya nyeri memiliki banyak manfaat dan makna.Akan sangat merepotkan jika ibu hamil tidak merasakan nyeri saat mau melahirkan. Bisa jadi bayinya lahir di saat sedang memasak, mandi atau sedang shopping di mal. Nyeri memberi pesan agar ibu hamil segera mencari tempat yang aman dan nyaman untuk melahirkan. Jadi, nyeri adalah positif dan memiliki manfaat dan makna yang luhur.Mari kita pahami dengan lebih baik dan jernih tentang nyeri dalam tubuh dan dalam kehidupan kita yang terus berjalan ini.Sekali lagi: NO PAIN NO GAIN, NO PAIN NO LIFE.






































Related Articles
10 users responded in this post
Sy percaya seorang ibu menginginkan yg terbaik buat anaknya, pilihan selalu ditangan seorang ibu, jadi benar sekali hidup matinya seorang anak adalah berkat restu ibunya
Benar Gus. Kesatuan antara ibu dan janin merupakan kesatuan hidup yang harus harmonis. Dan harmoni ini yang harus selalu dijaga dan diusahakan oleh keluarga, bidan dan juga dokter.
Kebetulan istri saya saat ini sedang hamil dan menunggu beberapa hari ke depan untuk melahirkan. Ia sangat menginginkan melahirkan secara normal, walau pernah diejek KRT oleh beberapa teman karena tingginya yang sekitar 145 cm. Saya salut pada semangatnya, walau saya pun bersiap-siap kalaupun nantinya ia harus di SC…
Saya sangat menghargai sikap yang positif dan optimis. Kalau memang harus SC agar benar indikasi dan jalannya.
Pilihan jalan normal atau SC adalah pilihan yg harus dilandasi oleh pertimbangan rasional, bijak dan bertanggungjawab. Semoga melahirkan dengan normal dan sehat ibu dan anak.
Suatu kebahagiaan tersendiri bisa menolog persalinan.ibu dan bayi selamat
Sudah lama nih sy gak menolong kepala bayi lahir didunia ini
Kata orang,kalau seorang perempuan belum melahirkan(dngn normal tentunya)belum bisa dikatakan perempuan seutuhnya
Melahirkan normal suatu kebahagiaan tersendiri
Salam kenal dok…. :d
Hiks.. Saya benar2 terharu dg tulisan ini. Sejak mengalami sendiri proses persalinan normal,saya mmengalami perubahan sikap n mental. Lebih menghargai artinya hidup,menghargai orang2 terumata IBU Tercinta. Umur masi muda membuat saya ingin mengisi hari2 kedepan dgn semangat n hal2 yg positif. Kini saya memiliki keluarga kecil yg bahagia.. Thx god.
pertama: mengapa kok tetap dioperasi?
kedua: kan lewat vagina tetap bisa tanpa nyeri misalnya dibius separo bawah?
jadi enaknya bagaimana ya? apakah yang kedua juga bukan fisiologis?
memang hidup itu pilihan…semua orang punya free will free choice…jadi kita sebagai tenaga kesehatan yang terbaik adalah memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan pasien.
setidaknya kita sudah berikan masukan bahwa persalinan pervaginam yang terbaik….
hhh…yang penting jangan berhenti berkarya…diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Good Doctor…!!
bagus dan mdh2n terus dikembangkan
Leave A Comment
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments