Jangan jadikan persalinan hanya sekedar peristiwa biologis dan medis semata.

Sunday, April 19th, 2009 | Posted in Categories : Water Birth | 543 Views

Caroline M de Costa dan Stephen Robson dalam artikelnya berjudul “Throwing out the baby with the spa water? Memaparkan bahwa  sebelum abad ke 20, proses persalinan merupakan peristiwa sosial yang dilaksanakan di rumah. Sebagai sebuah tempat melahirkan, rumah sakit saat itu hanyalah menjadi tempat terakhir setelah semua usaha mengalami kegagalan. Sepanjang abad ke 20, terjadi peningkatan peranan pekerja medis dalam kehamilan dan persalinan yang mengakibatkan pergeseran perawatan menjadi ke rumah sakit bagi sebagian besar perempuan.

Saat ini intervensi-intervensi obstetri, terutama seksio sesarea meningkat sangat tajam (di Australia 1 dari 4 kelahiran melalui seksio sesarea). Hal ini menunjukkan suatu bukti intervensi yang tidak perlu dimana para ahli kebidanan harusnya mempertanggungjawabkannya.

Pendapat ini didukung oleh banyak penulis dengan sebuah pernyataan:”Westernisasi, medikalisasi, perawatan ibu bertekhnologi tinggi di bawah kendali obstetri sering kali medehumanisasi dan sering mengakibatkan dilakukannya intervensi obstetri yang tidak perlu, mahal, berbahaya, dan invasive.

Reaksi terhadap persepsi medikalisasi memunculkan harapan yang sangat bisa dipahami pada perempuan, dan keluarga mereka, para bidan dan juga banyak dokter untuk menciptakan lingkungan yang lebih alami pada persalinan tanpa komplikasi.  Meningkatnya pemahaman ini memberikan tempat bagi kualitas pengalaman perempuan saat melahirkan.

Caroline M de Costa dan Stephen Robson mempertanyakan apakah medikalisasi dalam persalinan sudah bertindak terlalu berlebihan.  Pandangan yang penuh kekhawatiran ini akan terus muncul dan tumbuh semakin kuat.

 Dahulu persalinan merupakan peristiwa domestik yang penuh relasi dan interaksi sosial. Dimana  para leluhur memaknai peristiwa persalinan dalam ranah dunia-akhirat (sekala-niskala) dan nilai-nilai kultural dan spiritualitas yang sangat kental. Namun kini persalinan telah menjadi hanya sekedar urusan biologis yang sekuler, komersiil dan medikalisasi semata.

 Akankah kita membiarkan hal ini terus terjadi? Semoga tidak.

 

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • DZone
  • feedmelinks
  • Fleck
  • Furl
  • Global Grind
  • HealthRanker
  • Internetmedia
  • LinkArena
  • Linkter
  • Live
  • PlugIM
  • Smarking
  • Socialogs
  • Spurl
  • Taggly
  • TailRank
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • BlogMemes
  • Blue Dot
  • SalesMarks
  • Simpy
  • Sk-rt
  • Webride
  • eKudos

2 users responded in this post

mygif
desy said in July 20th, 2009

ini yang membuat saya kagum dengan dr. hariyasa. .
saya merasa sangat beruntung mendapatkan supervisor seperti dokter. .
bagaimana dokter mengajari kami dengan menanamkan bagaimana seharusnya hidup itu di jalani secara alami. .
terimakasih dok. .

mygif
admin said in July 30th, 2009

Terimakasih, Desy. Saya percaya akan kemampuan alam memanage kehidupan. Oleh karena itu intervensi manusi terhadap alam semestinya dengan kehatia-hatian, rasional dan bijak.

mygif Leave A Comment

 Username (*required)

 Email Address (*private)

 Website (*optional)

Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments