Pertemuan Medical Science dengan Seni
Sunday, November 30th, 2008 | 451 Views
Hari Sabtu, 29 November 2008 kemarin, saya menghadiri diskusi yang diadakan oleh Gentle Birth Study Group Bali di Rest.Bendega Renon.
Diskusi itu dihadiri oleh Ibu Robin Lym (praktisi Water birth dari Yayasan Bumi Sehat-Nyuh Kuning Ubud), Fiona Patton (konsultan psikologi di bidang Obstetri), Dr.Winda Andaka SpOG,Dr.Sri (Medical Officer di SOS International), beberapa bidan dan juga pasien yang telah melahirkan di air dan pasien yang merencanakan persalinannya di air.
Suasana diskusi sungguh cair, seperti air mengalir. Topik yang dibahas adalah humanisasi dalam persalinan, water birth sebagai metoda alternatif persalinan normal.
Disadari bahwa kecemasan yang tertinggi yang dirasakan oleh seorang wanita hamil adalah proses persalinan. Ketakutan, kecemasan dan mitos-mitos yang salah membuat proses persalinan adalah sesuatu yang menakutkan. Pandangan ini seharusnya dirubah menjadi pandangan yang positif. Persalinan sebenarnya sebuah peristiwa yang penuh dengan kegembiraan, suka cita. Karena di saat itulah kerinduan yang lama seorang ibu terhadap anak yang dikandungnya akan dapat dia lihat, disentuh,dipeluk, disusui. Saat seorang suami menjadi ayah, melihat,memeluk buah hatinya.
Ketakutan akan nyeri atau rasa sakit saat melahirkan semestinya dipahami dengan baik, diterima dengan benar dan penuh keikhlasan. Nyeri adalah konsekuensi dari kehidupan. No pain no gain. No pain, no life. Hanya orang yang hidup bisa merasakan nyeri. Dan nyeri persalinan harus dikelola dengan baik.







