Elizabeth Sinclair, seorang journalist menulis sebuah artikel di http://www.thejakartaglobe.com/life-times/article/7386.html dengan judul “Center of Gentle Birthing”. Dalam tulisannya dia mengutip pendapat saya tentang pregnancy and childbirth.”Hariyasa said that he sees the modern global standards set by Western-dominated medicine for pregnancy and childbirth, without consideration of historical, cultural or spiritual diversity, as being a form of “scientific and medical imperialism.”Saya menyadari sebuah perubahan yg sangat luar biasa, mengapa kini kehamilan dan proses persalinan telah dibajak menjadi suatu urusan medical entity? Padahal untuk orang Timur kehamilan dan persalinan adalah proses sosial, budaya dengan nilai-nilai spiritualisme. Kini hampir 100 persen orang modern melahirkan bayinya tidak lagi di rumah namun di rumah sakit. Persalinan kini berlabel “medical business” bukan lagi sebuah peristiwa domestik dalam kehidupan sebuah keluarga. Saya terkesima bagaimana nenek saya melahirkan 13 orang anaknya di rumah tua kakek saya, di Desa Tajun, yang kala itu beriklim dingin dan tradisional. Dan ke-13 anak-anaknya lahir dengan sehat. Mengapa kini persalinan telah dijauhkan dari rumahnya, lingkungan keluarganya, dan tempat yg lebih nyaman dekat dengan keluarganya. Mengapa untuk melahirkan hampir 100 persen orang harus pergi meninggalkan rumah tempat tinggalnya ?Apakah melahirkan di rumah tidak aman lagi? Mengapa kita tidak mau hidup dan berbahagia dengan cara kita dan cara yang telah diwariskan oleh para leluhur. Semoga kita tidak menjadi jiplakan, peniru orang Barat, dimana mereka juga memiliki kebingungan dalam menjalani kehidupan. Mari kita bawa kembali nilai budaya, spiritualisme dalam peristiwa kehamilan dan persalinan yang bukan hanya urusan medis semata. Salam.