Amniopatch: menambal robekan pada PPROM

Sunday, October 26th, 2008 | Posted in Categories : Sekilas Info | 642 Views

Laporan kasus PPROM pada awal trimester kedua yang dilakukan prosedur amniopacth.

amniopatch.jpgManajemen pasien dengan PPROM sebelum usia kehamilan 23 minggu sering kali dilakukan terminasi kehamilan. Namun sejak 1996, saat dimulainya prosedur invasive intrauterine oleh Quintero, kasus PPROM di awal trimester kedua telah berhasil ditanggulangi dengan prosedur amniopatch (penambalan selaput janin- amniochorion membrane).

Penulis ingin menceritakan laporan kasus PPROM di awal TM 2 yang dilakukan amniopacth di RS Sanglah.

LM,28 thn ,G1, 19-20 minggu, PPROM. ANC di Sp.OG tiga kali kunjungan , air ketuban sebelumnya didapatkan normal saat kunjungan ANC. Setelah terjadi PPROM, air ketuban habis. usia janin 19-20 mg. Pada evaluasi USG tampak kedua ginjal janin dan terlihat kandung kencing janin.
Dilakukan amniopatch setelah hari ke-3 (setelah gagal konservatif).

Prosedur Amniopatch:
1. Pembersihan lapangan operasi dgn antiseptik betadin pada perut sekitar umbilikus

2. Dilakukan evaluasi pre-prosedur dgn USG dan penentuan target pungsi

3. Dilakukan pungsi dgn jarum spinal no 23G,dan dipasang 3 way

4. Dilakukan flushing dgn NaCl 0,9% 5 cc untuk membuat space antara dinding uterus dgn tubuh janin. Kemudian akan tampak free space

5. Dilanjutkan memasukkan Trombocit Concentrat autolog 30 ml

6. Memasukkan cryoprecipitate 20 ml

7. Flushing kembali dengan NaCl 0,9 % 3 ml

8. Jarum dicabut

9. Tempat tusukkan jarum ditutup dgn gaas betadine

10.Evaluasi janin dengan USG

EVALUASI POST PROCEDURE:
• Bed Rest selama 7 hari
• Evaluasi tanda vital sign, & tanda infeksi
• Lanjutkan Amoxicillin 3×500mg tab p.o.
• Jika ada tanda-tanda kontraksi uterus ? Nifedipine 3×20mg
• Evaluasi USG hari ke-3 dan hari ke-7 post procedur
• 12 jam post tindakan jika tidak ada keluhan boleh pindah ruangan

Namun pada evaluasi di hari ketujuh post-amniopatch, air ketuban tetap keluar dan tidak ditemukan air ketuban di rongga amnion.

Prosedur amniopatch gagal menutup robekan selaput ketuban yang terjadi spontan.

Kemungkinan robekan ini cukup lebar dan tidak berhasil ditutup.

Akhirnya kehamilan diterminasi atas permintaan pasien.

Keberhasilan amniopatch pada PPROM spontan memang lebih rendah dibanding PPROM iatrogenic pasca amniocentesis atau prosedur invasif intrauterin.

Namun prosedur amniopatch perlu terus dikembangkan untuk menjawab permasalahan PPROM di trimester kedua yang mengakibatkan persalinan preterm dan permasalahan prematuritas.

Salam

HYS

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • DZone
  • feedmelinks
  • Fleck
  • Furl
  • Global Grind
  • HealthRanker
  • Internetmedia
  • LinkArena
  • Linkter
  • Live
  • PlugIM
  • Smarking
  • Socialogs
  • Spurl
  • Taggly
  • TailRank
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • BlogMemes
  • Blue Dot
  • SalesMarks
  • Simpy
  • Sk-rt
  • Webride
  • eKudos

2 users responded in this post

mygif
Miko said in October 29th, 2008

Saya secara pribadi suka dengan Amniopatch untuk menambal robekan selaput amnion pada kasus-kasus PPROM.. Tapi angka keberhasilan dari amniopatch ini rendah.. Saya tunggu inovasi-inovasi dokter yang lain yang terus berkembang…Mungkin suatu saat dokter akan menemukan cara menyelamatkan abortus imminens agar tetap bertahan sampai aterm dengan angka keberhasilan yang tinggi…

mygif
I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Dr, SpOG said in October 29th, 2008

Terimakasih,Miko.Saya sependapat dengan kenyataan masih rendahnya angka keberhasilan amniopatch terutama pada PPROM spontan. Robekan membran janinnya jauh lebih besar dibanding PPROM iatrogenic pasca aminiocentesis atau prosedur intervensi intrauterin. Namun saya punya keyakinan suatu saat nanti teknologi kedokteran kita akan mampu menjawab masalah ini.
Sukses Miko.

mygif Leave A Comment

 Username (*required)

 Email Address (*private)

 Website (*optional)

Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments